jump to navigation

Membuat Link Tulisan atau Gambar June 23, 2010

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , 40comments

Ponpes UII, universitas Islam IndonesiaMembuat Text Link :

<a href=”http://web tujuan anda/“> Judul Link </a>

Membuat Link Gambar :

<a href=”http://web tujuan anda/“> <img src=”http://alamat url gambar/”></a>

Ganti bagian url dan judul dengan url dan judul yang anda nginkan…

Bangladesh ‘Haramkan’ Facebook, Alkhomdulillah…What about Indonesia? May 31, 2010

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , 55comments

Setelah Pakistan, kini giliran Bangladesh yang memblokir Facebook. Alasannya sama, yaitu terkait rasa geram umat muslim di negara itu terhadap keberadaan akun penggambar karikatur Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, Bangladesh menjadi negara kedua di Asia Selatan yang melakukan pemblokiran terhadap situs jejaring sosial tersebut.

Kepala pejabat bidang telekomunikasi Bangladesh Zia Ahmed menyebutkan, sejak akhir pekan lalu akses ke Facebook diblokir untuk sementara. Hal ini dilakukan Bangladesh untuk menyatakan antipati mereka terhadap keberadaan akun yang dianggap menyinggung dan menistakan agama Islam. Terlebih lagi, seperti diketahui sebagian besar penduduk Bangladesh merupakan umat muslim. (detik.com)

Pekan lalu keberadaan akun Facebook bernama ‘Draw Mohammed Day’ menetapkan tanggal 20 Mei sebagai hari dimana orang-orang berlomba membuat karikatur Nabi Muhammad. Hal tersebut sontak membangkitkan kemarahan umat muslim di seluruh dunia dan berujung pada pemblokiran Facebook di Pakistan dan aksi protes di beberapa negara dengan mayoritas penduduk muslim, termasuk di Indonesia.

Sejak 21 Mei 2010, fans page akun tersebut sebenarnya sudah tak lagi terdeteksi keberadaannya. Pakistan pun akhirnya telah membuka kembali akses Facebook di negaranya. Sementara itu aksi yang dilakukan Bangladesh boleh dibilang cukup telat, namun nampaknya hal ini mereka lakukan tak lain memang untuk menyatakan antipati mereka terhadap penistaan agama melalui situs jejaring sosial.

Sikap yang ditunjukkan oleh pemerintah Pakistan dan Banglades patut diapresiasi. Hal tersebut disebabkan menyangkut masalah ideologi, identitas, dan keyakinan . Mereka tidak menolerir siapapun yang mencoba mengusik pandangan hidup mereka. Itulah sikap yang harus ditunjukkan ketika harga diri dipertaruhkan.

What about Indonesia?

Nampaknya Bangsa Indonesia (sebagian red) sudah tak acuh lagi dengan fenomena yang seperti ini, seolah-olah  tidak menjadi masalah, padahal hal tersebut menyangkut identitas agama dimana hal tersebut yang selama ini kita anggap sakral…apakah sikap ini merefleksikan kondisi agama islam di Indonesia…Wallahu A’lam

AKHLAK PADA TAKDIR ALLAH June 23, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , 21comments

Pembahasan mengenai takdir biasanya bersamaan dengan pembahasan tentang qadha. Secara mudahnya, Qadha adalah keputusan, ketetapan dan kepastian Allah. Sedangkan Qadar (takdir) adalah ukuran yang telah ditetapkan Allah. Maksudnya ialah Allah telah memberikan kadar, member ukuran, member batas tertentu dalam diri, sifat, ataupun kemampuan maksimal makhluknya. Allah azza wa jalla menciptakan makhluknya dengan takdir (ketentuan) yang berbeda-beda. Jodoh, rizki, umur, dan nasib, semuanya telah diatur dan ditentukan tatkala ruh makhluk tersebut ditiupkan pada jasad masing-masing. Ada yang diciptakan menjadi orang yang berkecukupan dalam hidupnya, ada pula yang diciptakan hidup di bawah batas kecukupan. Demikianlah manusia memang diciptakan dengan takdir masing-masing.

Manusia memiliki kemempuan yang terbatas sesuai dengan ukuran yang diberikan Alah SWT, misalnya manusia tidak bias terbang. Hal ini merupakan salah satu ukuran yang diberikan Allah kepada manusia, dai dia tidak mampu melampauinya, kecuali jika ia menggunakan akal untuk menciptakan alat. Namun akalpun mempunyai ukuran yang terbatas. Di sisi lain, manusia berada di bawah hukum-hukum Allah sehinggasegala yang dilakukannyatidak akan terlepas dari hukum-hukum Allah yang telah mempunyai ukuran dan kadar tertentu. Hanya saja, karena hukum-hukum tersebut cukup banyak, dan manusia diberi kewenangan untuk memilih diantara takdir yang ditetapkan Allah terhadap alam tersebut. Misalnya api ditetapkan Allah panas dan membakar, sedangkan angin ditetapkan Allah dapat menimbulkan kesejukan dan udara dingin. Dan itu merupakan takdir Allah. Manusia boleh memilih api yang membakar atau angin yang menyejukkan, disinilah pentingnya pengetahuan bagi manusia dan perlunyapetunjuk-petunjuk dari Allah SWT.

Umar bin Khattab membatalkan rencananya untuk berkunjunh ke Syam Syiria, dan Palestina karena di sana sedang terjadi wabah. Ketika itu tampil seorang bertanya : “apakah engkau akan lari dari takdir Allah?’ Umar bin Khattab menjawab “Saya lari menghindar dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain”. Demikian juga Ali bin Abi Thalib ketika sedang duduk bersandar di tembok. Karena ternyata tembok tersebut rapuh, maka beliau pindah ke tempat lain. Beberapa orang kemudian bertanya, seperti yang disampaiakan kepada Umar ra, jawaban Ali bun Abi Thalib pun intinya sama dengan jawaban Umar. /span

Definisi Zakat May 22, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , add a comment

Dalam Islam dikenal 3 istilah yang memiliki makna yang hampir serupa tetapi memiliki perbedaan, bahkan sebagiannya merupakan bagian dari kata lainya. Jika dibuatkan diagram maka bentuknya adalah sebagai berikut : Dari gambar tersebut diatas dapat disimpulkan, bahwa shadaqah memiliki makna yang lebih luas dari pada infaq ataupun zakat. Dalam Al Quran kata shadaqah terkadang bermakna zakat, seperti dalam surat At Taubah ayat 60: ”Sesungguhnya shadaqah (zakat) itu hanyalah untul faqir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil”. Begitu pula dalam ayat 103 : “Ambillah zakat dari sebagian harta orang kaya sebagai shadaqah (zakat), yang dapat membersihkan harta mereka dan mensucikan jiwa mereka doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu dapat memberi ketenangan bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.

Begitu pula dengan infaq terkadang bermakna zakat seperti yang terdapat dalam al quran surat Al Baqarah ayat 267: “Hai orang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi utk kamu…” Secara bahasa Shadaqah berasal dari kata صِدْقًا يَصْدُقُ صََدَقَ yang artinya benar1, dan dalam sebuah haditsnya Rasulullah saw bersabda بُرْهَانٌ الصَّدَقَةُ وَ maknanya adalah shadaqah itu “dalil” bukti kebenaran iman seseorang. Zakat, infaq dan shadaqah memiliki kemiripan makna, Shadaqah adalah sesuatu yang diberikan oleh seorang dapat berbentuk materi misalnya uang atau barang, atau pun non materi misalnya senyum, seperti yang dtegaskan oleh Rasulullah saw.

Infaq adalah pemberian yang dilakukan oleh seseorang baik yang sunnah maupun yang wajib. Yang sunnah adalah yang tidak ditentukan nilainya, sasarannya dan waktu. Seseorang dapat berinfaq kapan saja, dimana saja dan besarannyapun berapa saja, begitu juga sasarannya tidak ditentukan secara speseifik tetapi lebih fleksibel. Misalnya kotak amal yang terdapat di masjid-masjid dan lainlain.

Sementara yang wajib adalah yang ditentukan nilainya (2,5%, 5%, 10% atau 20%, dan lainlain) diantara infaq yang wajib adalah zakat. Zakat secara bahasa berasal dari kata زآاة يزآى زآى yang artinya tumbuh dan berkembang2, sedangkan secara istilah adalah mengeluarkan sebagian harta dalam waktu tertentu (haul atau ketika panen), nilai tertentu (2,5%, 5%, 10% atau 20%,) dan sasaran tertentu (faqir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil). Zakat juga berfungsi untuk : 1. Membersihkan jiwa dari sifat bakhil, selfish dan menyembah harta 2. Membersihkan harta dari terkontaminasi hak orang lain 3. Zakat berfungsi memperkembangkan harta Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. Bersabda yang artinya ”Tidak akan berkurang harta yang dikeluarkan untuk bershadaqah”.

Pusat Laba May 12, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , 2comments

span style=”float: left; color: black; font-size: 70px; line-height: 30px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; font-family: Times;”P/spanusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang kinerja keuangannya diukur dengan laba.br /Pusat laba terjadi karena proses divisionalisasi.br /Divisionalisasi adalah proses pemberian wewenang dalam bidang produksi dan pemasaran produk tertentu kepada suatu pusat pertanggungjawaban atau proses pembentukan pusat-pusat laba.br /br /Kondisi untuk Pendelegasian Pertanggungjawaban lababr /Sebelum keputusan pendelegasian pertanggungjawaban laba dibuat, dua kondisi yang harus ada adalah:br /manajemen seharusnya mempunyai informasi relevan dalam pembuatan cost/revenue trade-offs.br /terdapat beberapa cara untuk mengukur efektivitas manajer dalam membuat cost/revenue trade-off.br /br /Keuntungan Divisionalisasibr /Kecepatan pembuatan keputusan operasional semakin meningkat karena banyak keputusan yang tidak mengacu ke kantor pusat.br /Kualitas keputusan pada tingkat unit bisnis semakin meningkat karena dibuat oleh manajer unit bisnis yang lebih dekat dengan masalah pembuatan keputusan yang bersangkutan.br /Kesadaran terhadap laba semakin meningkat.br /Pengukuran kinerja diperluas, tidak hanya mengukur efisiensi biaya atau perolehan pendapatan saja tetapi pengukuran kemampuian menghasilkan laba.span class=”fullpost”br /br /br /br /Manajer unit bisnis lebih bebas dalam menggunakan imajinasi dan inisiatif mereka.br /Suatu unit bisnis menyediakan tempat pelatihan yang baik untuk manajemen umum.br /Jika suatu perusahaan mempunyai strategi diversifikasi, struktur unit bisnis memudahkan penggunaan bakat dan keahlian yang berbeda dalam tipe bisnis yang berbeda.br /Divisionalisasi menyediakan informasi mengenai komponen profitabilitas perusahaan kepada manajemen tingkat atas.br /Unit bisnis terdorong untuk memperbaiki kinerja kompetitif.br /Kesulitan Divisionalisasi br /Semakin meningkatnya keputusan desentralisasi mengakibatkan manajemen tingkat atas kehilangan beberapa jenis pengendalian.br /Manajer unit bisnis yang kompeten mungkin tidak tersedia dalam suatu organisasi fungsional.br /Unit-unit bisnis organisasi yang dulunya saling bekerjasama sebagai unit-unit fuyngsional mungkin sekarang saling bersaing satu dengan yang lain.br /Friksi semakin meningkat di antara unit-unit bisnis terutama jika mereka saling berhubungan satu dengan yang lain.br /br /Terdapat kemungkinan unit bisnis terlalu menekankan pada profitabilitas jangka pendek dan mengabaikan profitabilitas jangka panjang.br /Tidak ada sistem yang dapat menjamin bahwa optimalisasi yang dilakukan oleh setiap unit bisnis akan mengoptimalkan laba perusahaan secara keseluruhan.br /Jika kantor pusat lebih mampu memperoleh atau mempunyai informasi yang lebih baik daripada kebanyakan unit bisnis, maka kualitas beberapa keputusan unit bisnis mungkin berkurang.br /Divisionalisasi akan menyebabkan biaya tambahan karena divisionalisasi membutuhkan manajemen, staff, dan pembukuan tambahan.br /BATASAN OTORITAS UNIT BISNISbr /Batasan dari Unit Bisnis Lainbr /Batasan dari Manajemen Korporasibr /Batasan dari Unit Bisnis Lainbr /Suatu unit bisnis atau pusat laba mempunyai 3 macam keputusan:br /Keputusan produk: Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan dan dihual?br /Keputusan sumber atau perolehan: Bagaimana memperoleh dan memproduksi barang dan jasa?br /Keputusan pemasaran: Bagaimana, dimana, dan seberapa banyak barang dan jasa dijual?br /br /Umumnya, semakin tinggi tingkat integrasi dalam suatu perusahaan, semakin sulit untuk membebankan pertanggungjawaban ketiga aktivitas tersebut untuk produk tertentu kepada suatu pusat laba.br /Salah satu masalah utama divisionalisasi terjadi ketika unit-unit bisnis harus saling berhubungan, yang meliputi 3 masalah, yaitu:br /Pendapatan bersama di antara pusat-pusat laba.br /Biaya bersama di antara pusat-pusat lababr /Penentuan harga transfer barang dan jasa di antara pusat-pusat lababr /br /Batasan dari Manajemen Korporasibr /Terdapat 3 macam batasan yang diadakan oleh manajemen korporasi:br /Batasan yang berasal dari pertimbangan stratejik, misalnya keputusan pembatasan penggunaan dana, restriksi pasa dan produk.br /Batasan yang terjadi karena diinginkannya adanya keseragaman, misalnya keseragaman kebijakan SDM, etika, pemilihan pemasok, sistem akuntansi, dan komputerisasi.br /Batasan yang terjadi karena keputusan sentalisasi ekonomi, misalnya sentralisasi jasa pengolahan data, hukum, pelatihan, public relations, dan internal auditing.br /PUSAT LABA LAINbr /Departemen Pemasaranbr /Departemen Produksibr /Unit Pendukung dan Penghasil Jasabr /Departemen Pemasaranbr /Departemen Pemasaran dapat menjadi pusat laba dengan pembebanan cost produk yang dijual oleh manajer pemasaran. Suatu harga transfer tertentu dikenakan kepada manajer pemasaran disertai dengan informasi yang relevan untuk optimalisasi revenue/cost trade-off.br /br /Departemen Produksibr /Departemen Produksi dapat dibuat menjadi pusat laba dengan cara memberikan harga jual tertentu setelah dikurangi biaya pemasaran untuk barang atau jasa yang diproduksi. Laba dihitung dengan cara mengurangkan biaya produksi dari harga jual produk setelah dikurangi biaya pemasaran.br /br /Unit Pendukung dan Penghasil Jasabr /Unit pemeliharaan, unit pengolahan data, unit transportasi, unit perekayasaan, unit konsultasi, unit pelayanan konsumen, dan unit lain yang sejenis dapat dibuat menjadi pusat laba. Unit-unit tersebut dapat mengenakan harga jual tertentu kepada pemakai jasa yang mereka berikan, sehingga tujuan keuangan mereka adalah menghasilkan kelebihan pendapatan di atas biaya atau paling tidak keseimbangan antara pendapatan dan biaya.br /br /PENGUKURAN PROFITABILITY br /Terdapat 2 tipe pengukuran kemampuan menghasilkan laba suatu pusat laba:br /Ukuran kinerja manajemen, yang berfokus pada seberapa baik apa yang dikerjakan manajer. Ukuran ini digunakan untuk perencanaan, pengkoordinasian, dan pengendalian kegiatan pusat laba dan sebagai alat untuk penyediaan motivasi yang tepat bagi manajer.br /Ukuran kinerja ekonomi, yang berfokus pada seberapa baik apa yang dikerjakan oleh pusat laba sebagai suatu entitas ekonomi. br /Ukuran Profitabilitasbr /Terdapat 5 ukuran profitabilitas yang berbeda, yaitu:br /Marjin kontribusibr /Laba langsungbr /Laba yang dapat dikendalikanbr /Laba sebelum pajak penghasilanbr /Laba bersihbr /Marjin Kontribusibr /Argumen utama pengukuran kinerja manajer berdasarkan marjin kontribusi adalah bahwa biaya tetap tidak dapat dikendalikan oleh manajer, sehingga manajer seharusnya memfokuskan perhatian pada maksimisasi kelebihan pendapatan di atas biaya variabel. br /Kritik terhadap argumen ini adalah terdapat sebagian biaya tetap yang dapat dikendalikan penuh dan hampir semua biaya tetap dapat dikendalikan sebagian oleh manajer pusat laba.br /br /Laba Langsungbr /Laba langsung adalah jumlah yang dikontribusikan suatu pusat laba kepada laba dan overhead umum korporasi. Penghitungan laba langsung menyertakan semua pendapatan dan biaya yang timbul secara langsung atau dapat dilacak secara langsung pada suatu pusat laba, tanpa menghiraukan apakah dapat dikendalikan secara penuh oleh manajer pusat laba. br /Biaya yang timbul di kantor pusat tidak dialokasikan kepada pusat laba. br /Kelemahan laba langsung adalah tidak mengakui manfaat motivasional dari perubahan kos di kantor pusat.br /br /Laba yang Dapat Dikendalikanbr /Penghitungan laba yang dapat dikendalikan menyertakan semua pendapatan dan biaya yang dapat dikendalikan atau dapat diperngaruhi oleh manajer suatu pusat laba, tanpa menghiraukan apakah merupakan biaya langsung atau tidak langsung. br /Biaya kantor pusat dapat dikategorikan menjadi biaya kantor pusat yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan oleh manajer suatu pusat laba. br /Laba yang Dapat Dikendalikanbr /Biaya kantor pusat yang dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh manajer pusat laba dimauskkan dalam penghitugan laba yang dikendalikan. br /Laba dapat dikendalikan biasanya tidak dapat dibandingkan dengan data perusahaan lain yang dipublikasikan karena biasanya tidak mempublikasikan laba dapat dikendalikan.br /br /Laba Sebelum Pajak Penghasilanbr /Dalam penghitungan laba sebelum pajak penghasilan, semua overhead kantor pusat dialokasikan ke pusat-pusat laba. Dasar alokasi mencerminkan jumlah relatif biaya yang timbul untuk setiap pusat laba.br /Terdapat 2 kritik terhadap alokasi biaya kantor pusat:br /Kos yang ditimbulkan oleh departemen staf korporasi, misalnya keuangan, akuntansi, dan manajemen SDM, tidak dapat dikendalikan oleh manajer pusat laba.br /Sulit untukmenemukan metode yang dapat diterima untuk alokasi jasa staff korporasi.br /br /br /Terdapat 3 argumen yang mendukung alokasi overhead korporasi ke pusat-pusat laba dalam laporan kinerja mereka yaitu:br /Unit-unit jasa korporat mempunyai kecenderungan untuk membangun “kerajaan”, meningkatkan kekuatan dasar, dan membuat unit-unitnya sehebat mungkin tanpa menghiraukan nilainya bagi perusahaan. Jika kos overhead korporat dialokasikan ke pusat-pusat laba, kemungkinan manajer pusat laba akan mengajukan pertanyaan mengenai jumlah overhead korporat adalah lebih besar, pertanyaan-pertanyaan ini akan mendorong kantor pusat lebih berhati-hati dalam melakukan pembelanjaan.br /br /br /Kinerja pusat-pusat laba akan menjadi lebih realistik dan dapat dibandingkan dengan pesaing karena pesaing juga membayar jasa yang sama.br /Manajer pusat laba diberi pesan bahwa pusat laba tidak menghasilkan laba kecuali kalau pusat laba menutup semua kos, meliputi suatu bagian alokasi overhead korporat.br /br /Laba Bersihbr /Kinerja pusat laba diukur dengan laba bersih setelah pajak penghasilan. Terdapat 2 kritik terhadap penggunaan laba bersih, yaitu:br /Dalam banyak situasi, laba bersih setelah pajak adalah suatu persentase konstan laba sebelum pajak penghasilan, sehingga tidak ada manfaatnya menyertakan perhitungan pajak penghasilan.br /Banyak keputusan yang mempunyai pengaruh terhadap pajak penghasilan dibuat oleh kantor pusat dan diyakini bahwa manajer pusat laba seharusnya tidakdinilai oleh konsekuensi dari keputusan tersebut.br /br /br /Pengukuran laba suatu pusat laba juga melibatkan penilaian mengenai bagaimana pendapatan dan biaya seharusnya diukur. br /Pengukuran pendapatan tergatung pada metode pengakuan pendapatan yang digunakan.br /Pengukuran biaya dapat bervariasi dari kos variabel yang timbul dalam pusat laba sampai dengan alokasi secara penuh overhead kantor pusat,juga termasuk pajak penghasilan. br /br /Penilaian mengenai pengukuran pendapatan dan biaya seharusnya tidak hanya diarahkan oleh pertimbangan teknis akuntansi saja, tapi yang lebih penting juga meliputi pertimbangan keperilakuan dan motivasional. br /Kuncinya adalah memasukkan semua biaya dan pendapatan yang dapat dipengaruhi oleh manajer kedalam laporan manajer pusat laba, walaupun manajer tidak dapat mengendalikannya secara penuh./span

May 12, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , 1 comment so far

MONOPOLI DALAM PERSPEKTIF ISLAMbr /Pertemuan 10br /Ekonomi Islam FIAI-UIIbr /Mei 2008br /PENGERTIAN MONOPOLI DALAM ISLAMbr /Monopoli (ihtikar) berasal dari kata hakr, yang berarti mengumpulkan dan menguasai barang kebutuhan. Ihtikar digunakan oleh para ahli Fiqh Islam untuk menyatakan hak istimewa untuk mengumpulkan dan menguasai barang kebutuhan dalam upaya mengantisipasi kenaikan harga. Dengan kata lain, ihtikar berarti proses memonopoli produk agar mengakibatkan terjadinya kenaikan harga. br /SIKAP ISLAMbr /Dalam ekonomi Islam Siapa pun boleh berbisnis tanpa peduli apakah dia satu-satunya penjual (monopoli) atau ada penjual lain. Jadi, monopoli sah-sah saja. Namun, siapa pun dia tidak boleh melakukan ihtikar, yaitu mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan cara menjual lebih sedikit barang untuk harga yang lebih tinggi atau istilah ekonominya monopolistic rent. Inilah indahnya Islam: monopoli boleh, monopolistic rent tidak boleh.br /KEBEBASAN INDIVIDUDALAM ISLAMbr /Rasulullah Saw sendiri melarang praktik-praktik yang tidak sehat. Beliau melarang praktik-praktik bisnis yang dapat membawa pada kekurangan pasar. Nabi Muhammad Saw tidak menganjurkan campur tangan apa pun dalam proses penentuan harga oleh negara ataupun individual, seperti yang diterangkan dalam sebuah hadist Sunan at-Tirmizi, Al-Buyu’, Bab 73dan Sunan Abu Dawud, Al-Buyu’, Bab 5); br /Ataupun ihtikar yaitu mengeluarkan hanya sejumlah barang dengan tujuan menaikkan harga seperti yang diterangkan dalam hadist Muslim, Al-Muzara’ah. Kerangka kerja Islam memastikan perputaran suplai dan permintaan yang bebas dengan mengatur sikap individual sehingga menciptakan fairness for all.br /KELEMAHAN UU NO.5 Th. 1999 MENURUT PANDANGAN ISLAMbr /Ada yang menarik dalam Undang-Undang RI No.5 Tahun 1999 mengenai Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Salah satu pasal dalam undang-undang yang kemudian lebih dikenal dengan nama UU Antimonopoli itu mengecualikan berlakunya UU terhadap perjanjian yang berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual seperti lisensi, paten, merek dagang, hak cipta, desain, produk industri, rangkaian yang terkait dengan waralaba (Pasal 50 Butir b) atau perjanjian dalam rangka keagenan yang isinya tidak memuat ketentuan untuk memasok kembali barang dan atau jasa dengan harga yang lebih rendah daripada harga yang telah diperjanjikan (Pasal 50 Butir d).br /Mengacu Pasal 50 butir (b) dan (d) tersebut, maka UU tentang larangan praktik monopoli dapat dimanfaatkan oleh perusahaan asing untuk melakukan monopoli. Dengan makin maraknya isu perdagangan bebas suatu negara tidak bisa lagi melindungi industri yang ada di negara tersebut dari pengaruh negara lain dengan berbagai penghalang seperti, tarif import, tarif persaingan memperebutkan pasar dalam kondisi pasar yang kian terbuka akan makin keras. Praktik-praktik yang tidak sehat dalam memperebutkan pasar yang terbuka ini akan sering muncul br /KONSEP ADILbr /Ambil contoh penjabaran komponen adil yang telah dilakukan oleh Suweilem (1999) dan dikembangkan oleh Karim (2000). Konsep adil memang bukan milik ekonomi syariat. Kapitalisme dan sosialisme juga memiliki konsep adil. Bila kapitalisme klasik mendefinisikan adil sebagai Anda dapat apa yang Anda upayakan (you get what you deserved)dan sosialisme klasik mendefinisikannya sebagai ‘sama rata sama rasa’ (no one has a privilege to get more than others), maka Islam mendefinisikan adil sebagai “tidak menzalimi tidak pula dizalimi” (la tazhlimuuna wala tuzhlamuun).br /br /

May 12, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , 2comments

JTEORI PENAWARANPertemuan 8br /PENAWARANbr /Adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual:br / pada suatu pasar tertentu,br / pada periode tertentu, danbr / pada tingkat harga tertentubr /FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARANbr /Harga barang itu sendiribr /Harga barang-barang lainbr /Ongkos dan biaya produksibr /Tujuan produksi dari perusahaanbr /Teknologi yang digunakanbr /br /HUKUM PENAWARANbr /PERBANDINGAN LURUS ANTARA HARGA TERHADAP JUMLAH BARANG YANG DITAWARKAN, YAITU:br /APABILA HARGA NAIK, MAKA PENAWARAN AKAN MENINGKAT,SEBALIKNYA APABILA HARGA TURUN PENAWARAN AKAN TURUNbr /TEORI PENAWARANbr /JIKA JUMLAH BARANG YANG DITAWARKAN SANGAT BANYAK, MAKA HARGA BARANG TERSEBUT CENDERUNG TURUN.br /br /SEBALIKNYA, BILA JUMLAH PENAWARAN BARANG TERSEBUT RELATIF SEDIKIT, MAKA HARGA BARANG CENDERUNG NAIK.br /KURVA PENAWARAN BERDASARKAN HUKUM PENAWARANbr / Pbr / Cbr /br / Bbr / Abr /br / Qbr /KETERANGAN KURVAbr /Jumlah barang yang ditawarkan adalah masing-masing tingkat harga A,B, C.br /br /Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang ditawarkan yang terdapat pada kurva penawaran tersebut, yaitu A + B + Cbr /KURVA PENAWARAN BERDASARKAN TEORI PENAWARANbr / Pbr / Bila penawaran naik (Q). Maka harga (P) turun, sebaliknya bila barang relatif sedikit, maka br / cenderung harga naikbr /br /br /br /br /br /br / Qbr /HUBUNGAN DG FUNGSI PRODUKSIbr /Jika pada suatu pasar terdapat penawaran suatu produk yang relatif sangat banyak, maka:br /br /Barang yang tesedia di pasa dapat memenuhi semua permintaan sehingga untuk mempercepat penjualan produsen akan menuunkan harga jual produk tersebut.br /Penjual akan berusaha utk meningkatkan dan memperbesar keuntungannya dengan cara secepat mungkin memperbanyak jumlah penjualan poduksi.br /br /br /br /Jika pada suatu pasar terdapat penawaran suatu produk yang relatif sedikit, maka yang terjadi adalah harga akan naik. Keadaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:br /Barang yang tersedia pada produsen/penjual relatif sedikit sehingga manakala jumlah permintaan stabil, maka produsen akan berusaha menjual produknya dengan menaikkan harga jualnya.br /Produsen/penjual hanya akan meningkatkan keuntungannya dari menaikkan harga br /AKTIFITAS EKONOMI ISLAMbr /Dilarang melakukan mafsadah (kerusakan)br /Dilarang melakukan transaksi gararbr /Dilarang melakukan transaksi maisirbr /Dilarang melakukan transaksi ribabr /PENGARUH ZAKAT PERNIAGAANbr /Tidak memberikan pengaruh pada laba rata-ratabr /Tidak memberikan pengaruh pada marginal kostbr /br /MEMAKSIMALKAN LABA BERARTI PULA MEMAKSIMALKAN SURPLUS PRODUSENbr /- Pamela casebr /br /

May 12, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , 2comments

BAPAK EKONOM DUNIAbr /Pertemuan ke 9br /Ekonom Barat Klasikbr /Adam Smith, (1723-1790), br /F . A . Walker,br /David Ricardo, (1772-1823)br /J.S.Mill dan (1806-1873)br /J.B. Say. br /Irving Fisher (1867-1947)br /John Maynard Keynes (1883-1946), br /br /Ekonom Muslim Klasikbr /Abu Yusuf (Abad 7)br /Imam al-Ghazali (Abad 12)br /Ibnu Kholdun (Abad 14)br /Thusi dan Waliullah (abad 18) br /IBNU KHOLDUNbr /Muhammad Hilmi Murad secara khusus telah menulis sebuah karya ilmiah berjudul Abul Iqtishad: Ibnu Khaldun(1962).br / Dalam tulisan tersebut Ibnu Khaldun dibuktikannya secara ilmiah sebagai penggagas pertama ilmu ekonomi secara empiris. Karya tersebut disampaikannya pada Simposium tentang Ibnu Khaldun di Mesir 1978.br / Ditemukan bahwa sebelum Ibnu Khaldun, kajian-kajian ekonomi di dunia Barat masih bersifat normatif, adakalanya dikaji dari perspektif hukum, moral dan adapula dari perspektif filsafat. Karya-karya tentang ekonomi oleh para imuwan Barat, seperti ilmuwan Yunani dan zaman Scholastic bercorak tidak ilmiah, karena pemikir zaman pertengahan tersebut memasukkan kajian ekonomi dalam kajian moral dan hukum.br / Sedangkan Ibnu Khaldun mengaji problem ekonomi masyarakat dan negara secara empiris. Ia menjelaskan fenomena ekonomi secara aktual br /br /

May 12, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , add a comment

UTILITY ISLAMIbr /KITAB IHYA ULUMUDDINImam al-Ghazalibr /‘Manusia senang mengumpulkan kekayaan dan kepemilikian yang bermacam ragam, bila ia sudah memiliki dua lembah emas, maka ia juga akan menginginkan lembah emas yang ketiga’ (2:280)br /‘Manusia memiliki aspirasi tinggi, ia selalu befiki bahwa kekayaan yang sekarang sukup mengkin akan hancur sehingga ia akan membutuhkan lebih banyak lagi. Ia berusaha mengatasi ketakutan ini dengan mengumpulkan lebih banyak lagi, tetapi ketakutan semacam ini tidak akan berakhir, bahkan bila ia memiliki semua harta didunia (3:346)br /Barang Halal, Harambr /Landasan Nilaibr /br /BUDGET CONSTRAINbr /Sabda Nabi saw: br / “ini adalah manusia dan empat persegi panjang yang mengelilinginya ada ajal, garis yang diluar adalah cita-citanya, serta garis yang pendek adalah hambatanya, apabila ia dapat menghadapi hambatan yang satu, maka ia akan menhadapi hambatan yang lain. Dan apabila ia dapat mengatasi hambatan yang lain, ia akan menghadapi hambatan yang lain lagi” (Bukhari Muslim)br /BUDGET CONSTRAINbr /Gambar Nabi saw: Hubungan antara cita-cita dan hambatanbr /BUDGET CONSTRAINbr /Garis Anggaran (Budget line) I = Px X + Py Y br /br /

May 9, 2009

Posted by Maxzhum in : Uncategorized , add a comment

span style=”float: left; color: black; font-size: 50px; line-height: 30px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; font-family: arial;”E/spanKSISTENSI KEBUDAYAAN MELAYU-ISLAMbr /DI TENGAH ARUS MULTIKULTURALISME ERA GLOBALbr /br /A. Pendahuluanbr /a href=”http://mushthava.blogspot.com/”Globalisasi/a menjadikan kebudayaan Barat sebagai trend kebudayaan dunia. Kebudayaan Barat yang didominasi budaya Amerika yang sarat dengan konsumerisme, hedonisme dan materialisme menjadi kebudayaan global dan kiblat bagi kebudayaan-kebudayaan di negara-negara berkembang. Budaya global ini melanda dunia ditandai dengan hegemonisasi gaya hidup (life style). Bersamaan dengan itu, era modern telah melahirkan banyak kreasi berbagai fasilitas untuk mempermudah memenuhi kebutuhan manusia. Fasilitas dan peralatan yang canggih hasil kreasi manusia itu mengalirkan nilai-nalai baru dari luar, yaitu peredaran dan pertukaran kebudayaan.br /span class=”fullpost”br /Dunia akan terus mengalami revolusi Four Ti (Technology, Telecomunication, Transportation, Tourism) yang memiliki globalizing force yang dominan sehingga batas antar daerah dan antar negara semakin kabur, dan akan tercipta sebuah global village. Hal ini menjadikan kebudayaan yang berkembang saat banyak meninggalkan rumus aslinya.br /Kecanggihan media komunikasi dan informasi sebagai produk era modern telah mampu mentransfer kebudayaan ke seluruh penjuru denyut nadi kehidupan masyarakat global dengan sangat mudah dan cepat. Datangnya kebudayaan global tersebut menimbulkan akulturasi yang tidak jarang menghempaskan nilai-nilai kebudayaan asli (lokal) dari akarnya yang kemudian menggantikan eksistensinya. Padahal, kebudayaan asing ini terkadang tidak cocok atau bahkan bertentangan dengan nilai dan norma kebudayaan lokal.br /Melihat kenyataan di atas, kebudayaan Melayu yang sangat kental dengan nilai-nilai Islam menghadapi tantangan yang sangat hebat. Arus multikulturalisme di era global bahkan bisa menjadi ancaman bagi eksistensi kebudayaan Melayu.br /Masih relevankah hubungan integralistik antara kebudayaan Melayu dengan Islam di era global? Mampukah kebudayaan Melayu-Islam mempertahankan eksistensinya di tengah arus multikulturalisme era global? Bagaimana upaya penanggulangan terhadap tantangan eksistensi dan jati diri di tengah arus multikulturalisme era global? Tulisan ini akan mencoba permasalahan di atas secara singkat dan mencoba memberikan solusi yang tepat demi bertahan dan berkembangnya kebudayaan Melayu-Islam di tengah arus multikultural di era global sekarang dan di masa mendatang.br /br /B. Arti Globalisasibr /Globalisasi berasal dari kata Globalisme, yakni paham kebijakan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang pantas untuk pengaruh politik. Selama proses tersebut berjalan, tentunya penuh dinamika yang menuntut setiap negara menata Rumah Tangganya seideal mungkin. Atas nama “tatanan dunia baru” itulah globalisasi dianggap menyatukan dunia dalam satu bingkai dan menghapuskan batas-batas geografis yang memisahkan antara negara satu dengan lainnya.br /Menurut John Tom Linson dalam sebuah tulisan “Cultural Globalization: Placing and Displacing the West” sebagaimana dikutip oleh Amer Al-Roubaie mengintisarikan globalisasi sebagai berikut:br /“Proses hubungan yang rumit antarmasyarakat yang luas dunia, antarbudaya, institusi dan individual. Globalisasi merupakan proses sosial yang mempersingkat waktu dan jarak dari pengurungan waktu yang diambil baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi dengan dipersingkatnya jarak dan waktu, dunia dilihat seakan-akan semakin mengecil dalam beberapa aspek, yang membuat hubungan manusia antara yang satu dengan yang lain semakin dekat.”br /Globalisasai terjadi pada setiap negara, tidak ada satu organisasi atau satu negara pun yang mampu mengendalikannya. Simbol dari sistem global adalah luasnya jaringan. Akbar S. Ahmed dan Hastings memberi batasan bahwa globalisasi “pada prinsipnya mengacu pada perkembangan-perkembangan yang cepat di dalam teknologi komunikasi, transformasi, informasi yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang jauh menjadi hal yang bisa dijangkau dengan mudah.br /Teori globalisasi menandai dan menguji munculnya suatu sistem budaya global terjadi karena berbagai perkembangan sosial dan budaya, seperti adanya sistem satelit dunia, penggalian gaya hidup kosmopolitan, munculnya pola konsumsi dan konsumerisme global, munculnya even-even olahraga internasional, penyebaran dunia pariwisata, menurunnya kedaulatan negara bangsa, timbulnya sistem militer global (baik dalam bentuk peace keeping force, pasukan multinasional maupun pakta pertahanan regional dan lain-lain), pengakuan tentang terjadinya krisis lingkungan dunia, berkembangnya problem-problem kesehatan berskala dunia (seperti AIDS), munculnya lembaga-lembaga politik dunia (seperti PBB), munculnya gerakan-gerakan politik global, perluasan konsep demokrasi dan hak-hak asasi manusia dan interaksi rumit antara berbagai agama dunia.br //span

Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer